Jumat, 13 November 2015

Lidah Api di Kabel Listrik

Akhirnya pada jam 20.40 listrik rumah sudah bisa dipakai lagi, Setelah dua hari setiap petang harus dalam ketakutan. Cerita yang diawali dengan akhirnya, sebenarnya sangat dulit untuk diteruskan, namun saya ingin mengumpulkan potongan-potongan yang yang tertinggal di papan, agenda dan beberapa lembar kertas, setelah dua petugas PLN yang akrab dan ramah meninggalkan rumah.

12 Nopember 2015 Petugas PLN
 Listrik kuterima juga sebagain yang kuanggap natural, seperti halnya kilat di langit, Ia energi untuk membekukan, memanaskan, menerangi dan menggerakkan. Saat ia tak ada tentu saja rumah menjadi gelap gulita dan semua perangkat tak bekerja. Namun ada energi yang tak pernah habis yang mengalir sehingga tumpukan yang ingin dibagi masih dituangkan.





Dalam gelap kemarin malam papan ini menjadi sasarannya. dan sore tadi 9 halaman agenda  mengalir bersama istri dan anak-anak walau dalam gelap menunggu kedatangan petugas PLN.
Hari ini adalah kedatangan Petugas PLN yang kedua, dan ini sudah memberi cerita special tentang energi ini yakni bahwa tidak boleh salah satu dari kutub + (positip)  - (negatip) tersambung dengan tidak sempurna. Keduanya harus menempel dengan sempurna. Tempelan kekuatan (baut) harus proporsional. Misalnya apabila kutub - (negatip) dibaut terlalu keras untuk kabel tertentu justru akan menimbulkan kerusakan atau memutus kabel itu, demikian pula sebaliknya. Dengan kata lain bahwa baut yang fungsinya mengikat atau mengencangkan itu jangan malah menjadi pemutus atau perusak.

Untung ada Mas Sarman tetanggaku yang baik, berteriak-teriak kemarin sore "Pak pateni listrike, ono geni nang sanding tiang listrik".
Maturnuwun Mas Sarman.