
Tidak dipungkiri pesatnya inovasi aneka perangkat-perangkat modern, sejauh ini tetap saja masih membutuhkan listrik. Saya tertarik untuk menulis ini karena menyadari keberadaan ini menyentuh semua sendi kehidupan masyarakat.
Bagaimana yang terdekat menyentuh kehidupan keluarga dan pribadi dalam mengalokasikan anggaran untuk hal ini, walau pun tidak mungkin mengikuti perkembangan perangkat sebagaimana iklan produk terkait gencar disana-sini dengan aneka daya tariknya.
Hal yang biasa seperti yang juga sering dilakukan teman-teman setidaknya mencoba sedikit agar tidak gaptek-gaptek amat. Tentu ini berbeda untuk yang memiliki tuntutan lain dalam profesinya yang harus terus update perangkatnya.
Yang menjadi mendasar ketika bicara dapur dan periuk yang kini keluarga-keluarga tidak bisa menghindar, bahwa pulsa dan kuota sudah dibutuhkan " seperti beras" yang haruskah demikian? Mungkin tidak ya. Satu keluarga mungkin cukup satu periuk atau ricecooker, namun tidak dengan perangkat komunikasi. Lalu apakah ini menjadi masalah, jika tidak maka anda tidak harus membaca lanjutannya, jika ia maka anda pasti sudah punya ceritanya.