Senin, 13 Oktober 2014

TV Menyala Tanpa Penonton

Save energy bagi anak dapat dikenalkan dengan peristiwa sehari-hari. Hal ini akan lebih mengena dengan pengalaman yang terjadi disekitar mereka. Mengapa anak? Keluarga sebagai bagian sosial masayarakat terkecil, lalu sekolah sebagai tempat mereka berinteraksi dapat dijadikan agen perubahan yang efektif dan berjangka panjang.

Iklan layanan masyarakat yang pernah tayang dibeberapa stasiun TV juga mampu hadir dalam keluarga dan memberikan pengaruh yang baik untuk anak-anak. Dunia pendidikan pun mengintegrasikan tujuan serupa dalam beberapa tema-tema  save energy, dalam proses belajarnya. Sudah atau selalu hadirkah PLN untuk mendukung kesadaran masyarakat dalam hal ini?

Suatu siang, anakku yang masih berusia enam tahun mengambil remot dan menyalakan TV. Dalam waktu yang bersamaan,  temannya memanggil dari luar rumah mengajaknya bermain. Tentu saja ajakan ini membuatnya lupa untuk mematikan TV. Beberapa waktu berlalu saya pulang bersama kedua kakaknya yang berumur sembilan tahun dan dua belas tahun. Sebelumnya mereka  saya ajak mampir mereka untuk membayar listrik. Dan kedua kakak yang sudah pintar membaca ini membaca bukti pembayawan selama dalam perjalan dengan memberikan komentar, "Mahal juga listriknya ya,pa?' sambil mengamati angka yang mencapai Rp 200.000.
Saya bangga juga karena kedua anak ini memiliki kesadaran tentang satu hal, karena nya saya tidak membuang waktu sambil santai meminta idenya untuk pemakain listrik yang hemat.

Setibanya di rumah, dijumpai TV menyala tanpa penonton. Hal ini membuat ia mencari-cari orang yang di rumah dan hanya menjumpai mama di dalam kamar tidur bersama adik. bayi. Alhasil adiknya segera ditemukan dan kedua kakak mengundang sekecil, memberikan penjelasan tentang TV yang hidup tidak ditonton adalah pemborosan. Dengan bahasa mereka tampaknya lebih efektif daripada bahasa orang tua yang memberi nasehat.

Saya sendiri banyak menjumpai dibanyak tempat adanya TV-TV yang menyala tanpa penonton baik di rumah-rumah sahabat, di perkantoran, dan fasilitas umum. belum pernah saya membaca ada yang melakukan study ini dan jumlah pemborosan yang terjadi. Hal ini akan menjadi berbeda jika seorang ibu ingin memasak sambil menikmati musik dangdut yang tengah tayang di TV. Dia tetap menikmati TV tersebut. maka mari kita goyang dangdut... he he.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar